BAB
I
PENDAHULUAN
Susu merupakan produk yang
berasal dari ternak perah. Susu murni merupakan susu yang berasal dari ambing
ternak yang diperoleh melalui proses pemerahan yang belum mengalami pengolahan.
Susu merupakan produk yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan pengolahan.
Selain bertujuan untuk mengawetkan susu, proses pengolahan juga dapat digunakan
untuk meningkatkan nilai gizi serta nilai ekonomi. Kandungan nutrisi susu yang
sangat lengkap menyebabkan susu banyak diminati oleh masyarakat. Ternak perah
yang familiar di masyarakat adalah sapi. Susu sapi telah banyak dimanfaatkan
menjadi berbagai produk yang menarik. Pada akhir-akhir ini banyak peternak yang
mengambangkan usaha dengan komoditas kambing perah. Sayangnya produk dari
kambing perah belum banyak dikenal orang dan masih sulit untuk dipasarkan.
Padahal jika dilihat kandungan nutrisi dari susu kambing lebih baik
dibandingkan dengan susu sapi.
Melihat hal tersebut
perlu dilakukan inovasi pengolahan susu kambing menjadi sesuatu yang lebih
disenangi oleh masyarakat. Aroma yang khas dari susu kambing menyebabkan banyak
orang kurang menyukainya. Memanipulasi produk susu kambing Etawa merupakan hal
yang perlu dilakukan. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah susu
Etawa menjadi Es krim Ubi ungu dan juga menjadi keju.
BAB II
PEMBAHASAN
Perbandingan Komposisi Kimia
antara Susu Kambing dan Susu Sapi
|
Komposisi kimia
|
Susu Sapi
|
Susu Kambing Etawa
|
|
Protein (g)
|
3,3
|
3,6
|
|
Lemak (g)
|
3,3
|
4,2
|
|
Karbohidrat (g)
|
4,7
|
4,5
|
|
Kalsium (g)
|
19
|
134
|
|
Kalori (cal)
|
61
|
69
|
|
Magnesium (g)
|
13
|
14
|
|
Fosfor (g)
|
93
|
111
|
Sumber: USDA, tahun 1976
Kambing etawa sangat potensial karena dapat
menghasilkan susu yang kaya nutrisi. Harga susu kambing segar di pasaran
berkisar Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00. Akan tetapi, salah satu karakter susu
kambing etawa yang kurang disukai oleh sebagian kecil orang adalah aromanya
yang khas. Kendala tersebut tentu dapat
ditekan dengan pengolahan produk susu menjadi ragam produk. Diversifikasi
produk merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki banyak landasan,
diantaranya untuk mengurangi ketergantungan pada satu bahan makanan terutama
yang impor. Landasan lainnya adalah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi
suatu produk. Berdasarkan asumsi tersebut, pengolahan produk susu kambing
etawa sangat baik untuk meningkatkan
nilai ekonomi produk susu, pendapatan masyarakat, gizi masyarakat, dan
ketergantungan masyarakat pada produk tertentu.
Salah satu inovasi yang
dapat dilakukan adalah dengan dibuat menjadi es krim.
Inovasi atau kreasi baru diperlukan untuk meningkatkan kualitas es krim. Es
krim berbahan susu kambing etawa yang telah ada masih minim kualitas, baik dari
segi rasa, tampilan fisik, nutrisi, kemasan, dan pasar. Pengembangan es krim
yang berasal dari susu kambing Etawa dapat dikombinasi dengan memanfaatkan
bahan pangan local seperti ubi ungu. Ubi ungu merupakan bahan yang potensial
untuk menambah kualitas es krim susu kambing etawa. Ubi ungu (Ipomoea batatas
var Ayamurasaki) biasa disebut Ipomoea batatas blackie karena
memiliki kulit dan daging umbi yang berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Ubi
ungu dapat menjadi pewarna es krim ungu yang alami dan mengandung banyak
nutrisi dan zat-zat yang penting untuk kesehatan. Sifat tekstur ubi ungu juga
lembut sehingga dapat memperbaiki tekstur es krim. Industri kreatif berupa
makanan olahan berorientasi pada bisnis tidak sekedar menghasilkan produk.
Inovasi lainnya dari susu kambing yaitu pada
pembuatan keju tradisional yang biasa dikenal dengan dadih. Pembuatan dadih
selain menggunakan susu kambing tetapi juga dicampur dengan menggunakan susu
kedelai. Manfaat susu kambing sangat banyak, salah satunya tidak memiliki
faktor lactose intolerance seperti halnya susu kedelai, sehingga kedua
susu tersebut sangat baik bila dikonsumsi oleh manusia. Susu kedelai dan susu
kambing mempunyai komposisi kimia yang tinggi dan banyak manfaat. Namun, kedua
susu tersebut tidak terlalu diminati oleh masyarakat dikarenakan aromanya yang
langu dan khas kambing. Aroma tersebut dapat dihilangkan menggunakan jeruk
nipis (Citrus aurantifolia) karena mempunyai kandungan asam sitrat yang
tinggi. Susu kedelai dan susu kambing merupakan kombinasi minuman yang dapat
memberikan tubuh protein hewani dan nabati sekaligus. Produk dadih yang dibuat
bermacam-macam rasa sehingga dapat menarik konsumen untuk mengkonsumsi dadih.
Pembuatan
Dadih
Menyiapkan bambu dengan ukuran 30 cm tiap ruasnya.
Memanaskan susu kambing dengan api sangat kecil selama 10 menit, kemudian
mendiginkannya sebelum dimasukkan ke dalam bambu. Setelah susu kambing dan susu
kedelai dingin kemudian memasukkannya ke dalam bambu. Selanjutnya memasukkan air
perasan jeruk nipis 5 ml setiap bamboo yang berisi susu kambing dan susu
kedelai. Menutup mulut bambu dengan daun pisang yang terlebih dahulu sudah
dilayukan. Selanjutnya menfermentasikan selama 2 hari pada suhu ruang. Setelah
2 hari memisahkan dadih (curd) dari whey.
BAB
III
KESIMPULAN
Produk
olahan susu kambing yang berupa es krim dan dadih merupakan salah satu inovasi
teknologi dari pengolahan susu. Es krim dan dadih yang terbuat dari susu
kambing adalah produk yang banyak memiliki manfaat dan dapat menyehatkan tubuh
untuk para konsumen yang membeli produk olahan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Sodiq dan Abidin. 2002. Kambing Peranakan Etawa. AgroMediaPustaka, Jakarta.
Supanggyo, M.
Ferichani dan Darsono. 2012. Inovasi produk es krim susu kambing etawa-ubi ungu.
J. Ilmu-ilmu Pertnaina. 27 (1): 1-9.
United States
Department of Agriculture. 1976. Composition of Food: Dairy and Egg
Product. Agriculture Handbook No: 1 – 8. Agriculture Research Service,
Washington.
Usmiati, S. dan
Rasfehri. 2013. Pengembangan dadih sebagai pangan fungsional Probiotik asli
sumatera barat. J. Litbang Pertanian. 32
(1) : 20-2
![[Image: tabuik1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoGNtIWDNL5ED65Tx95sVMu_4wKov0QUp-Y_6ukXN4wEbTYhPFnh9e2C_TPNk7g1k_y48SX_qO63Jgh2oohhCguwRFQ-a00xcZa97xGbjJ9gQDY9V57diNRBPJRaeU2P-P2s_uC89Qdm8/s400/tabuik1.jpg)
![[Image: tabuik2.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZKmDCmeB6PNiZ5ZHDAJke8ix5GxF5r8VfIyXfNf88FRWimbB_V9NrTPazBDXYVCBLmY9_3izVsjRk6BBEYP94nvNqMFwxc_rxt_7awkM-Psxy35qJIUBmARGSXI7d9R6Adrp1elgOTwQ/s400/tabuik2.jpg)
![[Image: makepung+1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLgkMChp3KuQKkEl_WMImXboSimYa0woAzxoH3IhhCYnKvFeKhquDQOT692RYb6W_xS3F7-3QiSlffckAF1OaUk7KWkltjrCh1B8XHRK12uj9A4eQmjmLXyHZVJIyJF6PmeD4TcL26C_Y/s400/makepung+1.jpg)
![[Image: makepung+2.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5GVawPPwwmKflOfYQyYiIE19kgYYD-Pmbjv0Hla6yYaKGDzlBXi1lw0ZldOZyTm_fijyrJ-Lqv3YH0CVE-hoVKPJsBO7h881hCOk9_-M4AAWhIYtkLgFgmIYoGkJMRo4SZbic6Kwoye0/s400/makepung+2.jpg)
![[Image: debus1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4wXwNma6ySyOAsP4gwqDk9iPDJYseKLVaIHz2glA3rYfl6GqvEbpUXRamBqm9LOwPjCc9BFkpWzKC98ORLyxYovjkQtjdkvbupG94J7tHy0p7CiEyESYFolhfTIabOrw8Xm3wBrkZwZQ/s400/debus1.jpg)
![[Image: debus2.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV0XGSwlbNIj9l0I4n7GyaVkRTMs7ZQo2rYWjBFDSC_g_y1Y0re0dKmp-6hjgrIvZxXBU6-9pPRFbgKFMrgySY8zLeY_yhnM6R6pHx8fd1l993XKwnuj8G7W_SAMRfum33Ol7ACG61Hh4/s400/debus2.jpg)
![[Image: karapan1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiswlyaRpU4-WpYhCkO4aGtlFgHbAr_1JKk-hrewxdMTmgsfTwkRaNe6IKL91UEi2S_AnYM85OqrIXZkUpT9wPI1A4u-zz4Ibrfub8pb5HnYfvr65kwNVGm8H4fNNqTzwtsz5hG-yCk1jk/s400/karapan1.jpg)
![[Image: karapan2.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwcLHIz_rf8p5sy0eAmS33Iila_RClWECVI8UrNri8gAyioMB6pHQGJfwb92EA5vMnxn6Q_IVNILpl_ttjGbZ1DfWdxd5QdcqWVgW5vy6TbBYeuaoH5QZU4589-YXuo2slhnKkf5umnKo/s400/karapan2.jpg)
![[Image: kasada1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeLzsEFbIu5_0gY3DRPpTKDGxAoLMADxwA1Y5WECuo-WQryYFv9J_qSOGCIUPNyzRh67v38QFW9ZrVB1xAr0HBXjLxaVG5Zq5_PoGBgqyKGI185vSCNAZ0GNMyx-wdDm1VMMkUI3fZAHE/s400/kasada1.jpg)