Followers

Kamis, 23 November 2017

MAKALAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK “PENGOLAHAN SUSU KAMBING ETAWA”

BAB I

PENDAHULUAN
Susu merupakan produk yang berasal dari ternak perah. Susu murni merupakan susu yang berasal dari ambing ternak yang diperoleh melalui proses pemerahan yang belum mengalami pengolahan. Susu merupakan produk yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan pengolahan. Selain bertujuan untuk mengawetkan susu, proses pengolahan juga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi serta nilai ekonomi. Kandungan nutrisi susu yang sangat lengkap menyebabkan susu banyak diminati oleh masyarakat. Ternak perah yang familiar di masyarakat adalah sapi. Susu sapi telah banyak dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang menarik. Pada akhir-akhir ini banyak peternak yang mengambangkan usaha dengan komoditas kambing perah. Sayangnya produk dari kambing perah belum banyak dikenal orang dan masih sulit untuk dipasarkan. Padahal jika dilihat kandungan nutrisi dari susu kambing lebih baik dibandingkan dengan susu sapi.
Melihat hal tersebut perlu dilakukan inovasi pengolahan susu kambing menjadi sesuatu yang lebih disenangi oleh masyarakat. Aroma yang khas dari susu kambing menyebabkan banyak orang kurang menyukainya. Memanipulasi produk susu kambing Etawa merupakan hal yang perlu dilakukan. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah susu Etawa menjadi Es krim Ubi ungu dan juga menjadi keju.



BAB II
PEMBAHASAN
Perbandingan Komposisi Kimia antara Susu Kambing dan Susu Sapi

Komposisi kimia
Susu Sapi
Susu Kambing Etawa
Protein (g)
3,3
3,6
Lemak (g)
3,3
4,2
Karbohidrat (g)
4,7
4,5
Kalsium (g)
19
134
Kalori (cal)
61
69
Magnesium (g)
13
14
Fosfor (g)
93
111
Sumber: USDA, tahun 1976

Kambing etawa sangat potensial karena dapat menghasilkan susu yang kaya nutrisi. Harga susu kambing segar di pasaran berkisar Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00. Akan tetapi, salah satu karakter susu kambing etawa yang kurang disukai oleh sebagian kecil orang adalah aromanya yang  khas. Kendala tersebut tentu dapat ditekan dengan pengolahan produk susu menjadi ragam produk. Diversifikasi produk merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki banyak landasan, diantaranya untuk mengurangi ketergantungan pada satu bahan makanan terutama yang impor. Landasan lainnya adalah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi suatu produk. Berdasarkan asumsi tersebut, pengolahan produk susu kambing etawa sangat baik untuk meningkatkan nilai ekonomi produk susu, pendapatan masyarakat, gizi masyarakat, dan ketergantungan masyarakat pada produk tertentu.
Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan dibuat menjadi es krim. Inovasi atau kreasi baru diperlukan untuk meningkatkan kualitas es krim. Es krim berbahan susu kambing etawa yang telah ada masih minim kualitas, baik dari segi rasa, tampilan fisik, nutrisi, kemasan, dan pasar. Pengembangan es krim yang berasal dari susu kambing Etawa dapat dikombinasi dengan memanfaatkan bahan pangan local seperti ubi ungu. Ubi ungu merupakan bahan yang potensial untuk menambah kualitas es krim susu kambing etawa. Ubi ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) biasa disebut Ipomoea batatas blackie karena memiliki kulit dan daging umbi yang berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Ubi ungu dapat menjadi pewarna es krim ungu yang alami dan mengandung banyak nutrisi dan zat-zat yang penting untuk kesehatan. Sifat tekstur ubi ungu juga lembut sehingga dapat memperbaiki tekstur es krim. Industri kreatif berupa makanan olahan berorientasi pada bisnis tidak sekedar menghasilkan produk.
Inovasi lainnya dari susu kambing yaitu pada pembuatan keju tradisional yang biasa dikenal dengan dadih. Pembuatan dadih selain menggunakan susu kambing tetapi juga dicampur dengan menggunakan susu kedelai. Manfaat susu kambing sangat banyak, salah satunya tidak memiliki faktor lactose intolerance seperti halnya susu kedelai, sehingga kedua susu tersebut sangat baik bila dikonsumsi oleh manusia. Susu kedelai dan susu kambing mempunyai komposisi kimia yang tinggi dan banyak manfaat. Namun, kedua susu tersebut tidak terlalu diminati oleh masyarakat dikarenakan aromanya yang langu dan khas kambing. Aroma tersebut dapat dihilangkan menggunakan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) karena mempunyai kandungan asam sitrat yang tinggi. Susu kedelai dan susu kambing merupakan kombinasi minuman yang dapat memberikan tubuh protein hewani dan nabati sekaligus. Produk dadih yang dibuat bermacam-macam rasa sehingga dapat menarik konsumen untuk mengkonsumsi dadih.

Pembuatan Dadih
Menyiapkan bambu dengan ukuran 30 cm tiap ruasnya. Memanaskan susu kambing dengan api sangat kecil selama 10 menit, kemudian mendiginkannya sebelum dimasukkan ke dalam bambu. Setelah susu kambing dan susu kedelai dingin kemudian memasukkannya ke dalam bambu. Selanjutnya memasukkan air perasan jeruk nipis 5 ml setiap bamboo yang berisi susu kambing dan susu kedelai. Menutup mulut bambu dengan daun pisang yang terlebih dahulu sudah dilayukan. Selanjutnya menfermentasikan selama 2 hari pada suhu ruang. Setelah 2 hari memisahkan dadih (curd) dari whey.



BAB III
KESIMPULAN
            Produk olahan susu kambing yang berupa es krim dan dadih merupakan salah satu inovasi teknologi dari pengolahan susu. Es krim dan dadih yang terbuat dari susu kambing adalah produk yang banyak memiliki manfaat dan dapat menyehatkan tubuh untuk para konsumen yang membeli produk olahan tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Sodiq dan Abidin. 2002. Kambing Peranakan Etawa. AgroMediaPustaka, Jakarta.

Supanggyo, M. Ferichani dan Darsono. 2012. Inovasi produk es krim susu kambing etawa-ubi ungu. J. Ilmu-ilmu Pertnaina. 27 (1): 1-9.

United States Department of Agriculture. 1976. Composition of Food: Dairy and Egg Product. Agriculture Handbook No: 1 – 8. Agriculture Research Service, Washington.


Usmiati, S. dan Rasfehri. 2013. Pengembangan dadih sebagai pangan fungsional Probiotik asli sumatera barat. J. Litbang Pertanian. 32 (1) : 20-2

KESMAVET “PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN B PADA TERNAK DAN DAMPAK BAGI MASYARAKAT”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Vitamin adalah salah satu komponen yang wajib ada pada pakan ternak baik ternak sapi, kambing, domba, ayam dan kelinci. Vitamin bisa didapatkan ternak dari pakan yang berkualitas seperti hijauan segar yang bagus dan bisa juga ditambahkan secara langsung melalui suntikan. Vitamin adalah mikronutrien yang bisa ditemukan di dalam bahan makanan dan pada umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari pakan. Vitamin didefinisikan sebagai kelompok senyawa organik kompleks yang penting untuk metabolisme normal. Vitamin di kelompokan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin larut dalam lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K, sedangkan vitamin yang larut air adalah vitamin-vitamin B, termasuk B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), asam nikotinat, B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin, bagian dari vitamin B komplek), B9 (asam folat), dan vitamin B12 (kobalamin), biotin, serta asam arkobat (vitamin C). Vitamin yang larut dalam air berfungsi sebagai koenzim dalam tubuh yang berperan dalam sintesis karbohidrat, lemak dan protein untuk menghasilkan energi.




1.2.Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh pemberian vitamin b pada ternak?
2.      Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia?

1.3.Tujuan
1.      Mengetahui pengaruh pemberian vitamin B pada ternak.
2.      Mengetahui dampak terhadap kesehatan manusia.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengaruh Pemberian Vitamin B terhadap Ternak
Ternak perlu diberi tambahan vitamin selain pakan yang berupa hijauan makanan ternak (HMT dan juga pakan konsentrat). Berbagai macam vitamin dibutuhkan oleh ternak seperti juga vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Vitamin yang sangat dibutuhkan oleh ternak dan harus ada dalam ransum atau pakan ternak adalah vitamin B.
Vitamin B memang jenis vitamin yang paling banyak dibutuhkan dalam tubuh ternak. Vitamin B adalah jenis vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Ada 8 jenis vitamin B yaitu vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Vitamin ini sepenuhnya bisa dibentuk dalam tubuh ternak, sehingga kemungkinan terjadinya kekurangan vitamin B1 sangat kecil, kecuali pada kasus kekurangan pakan atau kualitas pakan yang kurang baik. Vitamin B1 disebut juga vitamin hidroklorida. Vitamin B1 ini memiliki banyak fungsi dalam tubuh sapi. Fungsi vitamin B1 di dalam tubuh sapi adalah untuk kegiatan berikut:
1.      Menjalankan fungsi tubuh ternak sehingga dapat berjalan normal.
2.      Memproduksi energi yang dibutuhkan ternak dalam tubuh serta beraktivitas.
3.      Membantu memelihara kebugaran atau kesehatan syaraf serta serta otot dalam tubuh ternak.
4.      Membantu ternak untuk membuat serta mempergunakan protein.

Pemberian vitamin perlu mengikuti dosis yng dianjurkan lantaran jika diberikan terlalu terlebih akan mubazir lantaran vitamin B merupakan jenis vitamin yang larut dalam air, sehingga dapat menjadikan kelebihan vitamin akan terbuang sia-sia melalui air seni sapi. Pemberian vitamin B yang melebihi batas normal akan memberi pengaruh system syaraf (denyut nadi menjadi cepat) lantaran terlaksana reaksi hipersensitif yng akan memicu ternak gampang stress. Vitamin B1 akan lebih efektif andai penggunaannya di lakukan bersamaan dengan vitamin B lainnya.
Vitamin B kompleks juga dibutuhkan dalam jaringan atau sel pada anak ruminan sebelum rumennya berkembang secara baik sedangkan pada ternak ruminansia yang sudah dewasa kebutuhan vitamin B komplek sudah disuplai secara cukup oleh sintetis mikroba dan asupan dalam bahan pakan menambahkan bahwa B1, biotin, asam folik, asam nikotinik, asam pentotenik, B6 dan riboflavin disintetis dalam rumen dan dimanfaatkan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Namun, dalam kondisi tertentu saat ternak mengalami stres vitamin B komplek sangat dibutuhkan untuk mengganti energi yang hilang. Vitamin B komplek ini memegang peranan penting dalam pengaturan konversi karbohidrat atau lemak menjadi CO2 dan Adenosine Tri Phospate (ATP). Dalam kondisi tertentu seperti saat stres, suplementasi vitamin B dapat bermanfaat untuk ruminansia, khususnya tiamin dan niasin. Penambahan campuran vitamin B lengkap pada ternak dapat mengurangi stres pada ternak. Pemberian thiamin dapat mengurangi problema stres akibat pengangkutan hewan.

2.2.Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
Kelebihan vitamin B juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. vitamin B Berbeda dengan vitamin lainnya seperti A, C, D, E, dan K. Vitamin B memiliki banyak banyak jenis yang semuanya memilki manfaat berbeda bagi tubuh. Vitamin B kompleks sendiri terdiri dari vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin B6 (pyridoxamine), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12 (cyanocobalamin). Antara vitamin B jenis yang satu dengan jenis lainnya akan bekerja bersama dalam satu proses.
Kekurangan ataupun kelebihan dari vitamin B dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Sebagian besar vitamin B memiliki sifat yang larut dalam air dan hasil sisa dari konsumsi vitamin B yang berlebih akan dikeluarkan melalui urine. Mengingat vitamin tubuh tidak bisa memproduksi vitamin B, maka kita harus mengonsumsi sumber makanan yang kaya vitamin B seperti kedelai, biji-bijian, ikan, susu, kecu, ayam, jamur dan produk hewani.
Efek samping Vitamin B1 – Tiamin Dalam kasus yang jarang terjadi, overdosis tiamin (vitamin B1) dapat menyebabkan kegelisahan, retensi cairan, mual, kelemahan dan berkeringat. Pada kasus yang parah, overdosis tiamin dapat menyebabkan pusing, kesulitan bernapas, dan sesak di dada, pembengkakan pada lidah atau wajah, atau perubahan warna kulit. Reaksi alergi terhadap tiamin dapat menyebabkan gatal-gatal, bentol-bentol atau ruam pada kulit.
Efek samping Vitamin B2 – Riboflavin mengambil suplemen riboflavin akan sering menyebabkan urin berubah warna menjadi kuning-oranye. Efek samping ini tidak berbahaya. Pada dosis yang lebih tinggi, riboflavin dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil dan juga diare. Reaksi parah dapat menyebabkan kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, bibir, tenggorokan atau lidah, atau gatal-gatal pada kulit.
Efek samping Vitamin B3 – Niacin Ketika seseorang mengelami efek samping Niacin, maka gejala yang muncul berupa kemerahan, berkeringat, kesemutan, atau kedinginan pada kulit. Ini dapat berlangsung selama 4 jam setelah minum suplemen, tapi ini adalah kondisi yang tidak berbahaya. Efek samping yang umum lainnya termasuk sakit perut, mual, muntah, diare, mulas atau pusing. Kasus yang parah, mengonsumsi niacin dapat mengakibatkan sakit kepala persisten, denyut jantung tidak teratur, pembengkakan lengan atau kaki, nyeri sendi, atau penglihatan kabur. Memungkin mengalami rasa sakit perut, mual atau muntah, tinja berdarah atau hitam, menguningnya mata dan otot atau nyeri sendi. Reaksi alergi terhadap niacin dapat mengakibatkan pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan atau wajah, gatal atau biduran.
Efek Samping Vitamin B5 – Asam pantotenat Pasien yang mengambil asam pantotenat sangat rentan terhadap overdosis. Hal ini dapat mengakibatkan diare berat. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat mengembangkan reaksi alergi yang dapat mengakibatkan sesak dada, kesulitan bernapas atau pembengkakan wajah, tenggorokan, bibir atau lidah.
Efek Samping Vitamin B6 – Pyridoxine Efek berbahaya dari pyridoxine termasuk sakit perut, mengantuk, kesemutan, dan kehilangan nafsu makan, mual, atau muntah. Sering menelan pyridoxine dalam dosis besar dapat menyebabkan masalah otak dan saraf. Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping vitamin B komples ini dapat menyebabkan sensasi mati rasa di berbagai bagian tubuh, terutama di tangan dan kaki, koordinasi yang buruk atau kelelahan ekstrim. Reaksi alergi terhadap piridoksin dapat mengakibatkan pembengkakan wajah, lidah, bibir atau tenggorokan, kesulitan bernapas atau gatal-gatal.
Efek Samping Vitamin B9 – Asam Folat Konsumsi berlebihan asam folat dapat meningkatkan risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang sudah menderita gangguan jantung. Overdosis asam folat juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru atau prostat. Dalam kasus yang parah reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan bibir, wajah atau lidah, sesak di dada, gatal-gatal, ruam atau pusing.
Efek Samping Vitamin B12 – Cyanocobalamin Pasien yang menggunakan cyanocobalamin secara berlebihan mungkin mengalami diare, gatal-gatal atau peningkatan risiko pembekuan darah. Pada kasus yang parah, reaksi alergi terhadap cyanocobalamin dapat menyebabkan nyeri dada, pembengkakan wajah, lidah, atau bibir, pembengkakan tubuh, kelemahan otot, demam, menggigil, memar atau perdarahan.




BAB III
KESIMPULAN
Vitamin B merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan bagi ternak maupun manusia. Pemberian vitamin B pada ternak harus sesuai kebutuhan, sehingga tidak akan berdampak pada produk ternak yang dihasilkan dan masyarakat yang mengkonsumsi akan produk ternak tersebut tidak mengalami efek samping bagi tubuh.




DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, A. C. K., I. G. N. G. Bidura dan I. B. G. Partama. 2015. Pengaruh suplementasi mineral-vitamin komplek terhadap konsumsi nutrient dan pertambahan bobot badan kambing Gembrong dalam ransum berbasis hijauan lokal. Peternakan Tropika. 3 (3): 634-644.

Maghfiroha, F.,  T. Kurtinib dan K. Novab. 2015. Pengaruh dosis larutan vitamin b kompleks sebagai bahan penyemprotan telur itik tegal terhadap fertilitas, susut tetas, daya tetas, dan kematian embrio. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3 (4): 256-261.


Ramadhan, A. F. 2016. Pengaruh Pemberian Vitamin B Komlpek Terhadap Pemulihan Fisiologi, Konsumsi Pakan, dan Bobot Badan Kambing Kacang Muda dan Dewasa Pasca Transportasi. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro, Semarang. Skripsi.

Rabu, 10 September 2014

BUDIDAYA TERNAK DOMBA

1. SEJARAH SINGKAT
Domba yang kita kenal sekarang merupakan hasil dometikasi manusia yang sejarahnya diturunkan dari 3 jenis domba liar, yaitu Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Argali (Ovis amon) berasal dari Asia Tenggara, Urial (Ovis vignei) yang berasal dari Asia.
2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia sentra peternakan domba berada di daerah Aceh dan Sumatra Utara. Di Aceh pada tahun 1993 tercatat sekitar 106 ribu ekor domba, sementara di Sumatera Utara sekitar 95 ribu ekor domba yang diternakan. Lahan yang digunakan untuk berternak di daerah Aceh berdasarkan data Puslit Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979, seluas 5,5 juta hektar mulai dari kemampuan kelas I sampai VIII, sedangkan di Sumatera Utara luas lahan yang digunakan sekitar 7 juta hektar.
3. JENIS
Domba seperti halnya kambing, kerbau dan sapi, tergolong dalam famili Bovidae. Kita mengenal beberapa bangsa domba yang tersebar diseluruh dunia, seperti:
  1. Domba Kampung adalah domba yang berasal dari Indonesia
  2. Domba Priangan berasal dari Indonesia dan banyak terdapat di daerah Jawa Barat.
  3. Domba Ekor Gemuk merupakan domba yang berasal dari Indonesia bagian Timur seperti Madura, Sulawesi dan Lombok.
  4. Domba Garut adalah domba hasil persilangan segi tiga antara domba kampung, merino dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.
    Di Indonesia, khususnya di Jawa, ada 2 bangsa domba yang terkenal, yakni domba ekor gemuk yang banyak terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa
    Timur dan domba ekor tipis yang banyak terdapat di Jawa Barat
4. MANFAAT
Daging domba merupakan sumber protein dan lemak hewani. Walaupun belum memasyarakat, susu domba merupakan minuman yang bergizi. Manfaat lain dari berternak domba adalah bulunya dapat digunakan sebagai industri tekstil.
5. PERSYARATAN LOKASI
Lokasi untuk peternakan domba sebaiknya berada di areal yang cukup luas, udaranya segar dan keadaan sekelilingnya tenang, dekat dengan sumber pakan ternak, memiliki sumber air, jauh dari daerah pemukiman dan sumber air penduduk (minimal 10 meter), relatif dekat dari pusat pemasaran dan pakan ternak.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
    1. Perkandangan
      Kandang harus kuat sehingga dapat dipakai dalam waktu yang lama, ukuran sesua dengan jumlah ternak, bersih, memperoleh sinar matahari pagi, ventilasi kandang harus cukup dan terletak lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya agar tidak kebanjiran. Atap kandang diusahakan dari bahan yang ringan dan memiliki daya serap panas yang relatif kecil, misalnya dari atap rumbia.Kandang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsinya, yaitu:
  1. Kandang induk/utama, tempat domba digemukkan. Satu ekor domba membutuhkan luas kandang 1 x 1 m.
  2. Kandang induk dan anaknya, tempat induk yang sedang menyusui anaknya selama 3 bulan. Seekor induk domba memerlukan luas 1,5 x 1 m dan anak domba memerlukan luas 0,75 x 1 m.
  3. Kandang pejantan, tempat domba jantan yang akan digunakan sebagai pemacak seluas 2 x 1,5 m/pemancak. Di dalam kandang domba sebaiknya terdapat tempat makan, palung makanan dan minuman, gudang makanan, tempat umbaran (tempat domba saat kandang dibersihkan) dan tempat kotoran/kompos.
Tipe dan model kandang pada hakikatnya dapat dibedakan dalam 2 tipe, yaitu:
  1. Tipe kandang Panggung
    Tipe kandang ini memiliki kolong yang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong digali dan dibuat lebih rendah daripada permukaan tanah sehingga kotoran dan air kencingnya tidak berceceran. Alas kandang terbuat dari kayu/bambu yang telah diawetkan, Tinggi panggung dari tanah dibuat minimal 50 cm/2 m untuk peternakan besar. Palung makanan harus dibuat rapat, agar bahan makanan yang diberikan tidak tercecer keluar.
  2. Tipe kandang Lemprak
    Kandang tipe ini pada umumnya digunakan untuk usaha ternak domba kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi dengan alas kayu, tetapi ternak beralasan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang tidak dilengkapi dengan palung makanan, tetapi keranjang rumput yang
    diletakkan diatas alas. Pemberian pakan sengaja berlebihan, agar dapat hasil kotoran yang banyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1-6 bulan.
  • Penyiapan Bibit
    Domba yang unggul adalah domba yang sehat dan tidak terserang oleh hama penyakit, berasal dari bangsa domba yang persentase kelahiran dan kesuburan tinggi, serta kecepatan tumbuh dan persentase karkas yang baik. Dengan demikian keberhasilan usaha ternak domba tidak bisa dipisahkan dengan pemilihan induk/pejantan yang memiliki sifat-sifat yang baik.
    1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
      1. Calon Induk: berumur 1,5-2 tahun, tidak cacat, bentuk perut normal, telinga kecil hingga sedang, bulu halus, roman muka baik dan memiliki
        nafsu kawin besar dan ekor normal.
      2. Calon Pejantan: berumur 1,5-2 tahun, sehat dan tidak cacat, badan normal dan keturunan dari induk yang melahirkan anak 2 ekor/lebih, tonjolan tulang pada kaki besar dan mempunyai buah zakar yang sama besar serta kelaminnya dapat bereaksi, mempunyai gerakan yang lincah, roman muka baik dan tingkat pertumbuhan relatif cepat.
    2. Reproduksi dan Perkawinan
      Hal yang harus di ketahui oleh para peternak dalam pengelolaan reproduksi adalah pengaturan perkawinan yang terencana dan tepat waktu.
      1. Dewasa Kelamin, yaitu saat ternak domba memasuki masa birahi yang pertama kali dan siap melaksanakan proses reproduksi. Fase ini dicapai pada saat domba berumur 6-8 bulan, baik pada yang jantan maupun yang betina.
      2. Dewasa tubuh, yaitu masa domba jantan dan betina siap untuk dikawinkan. Masa ini dicapai pada umur 10-12 bulan pada betina dan 12 bulan pada jantan. Perkawinan akan berhasil apabila domba betina dalam keadaan birahi.
    3. Proses Kelahiran
      Lama kebuntingan bagi domba adalah 150 hari (5 bulan). Menjelang kelahiran anak domba, kandang harus bersih dan diberi alas yang kering. Bahan untuk alas kandang dapat berupa karung goni/jerami kering. Obat yang perlu dipersiapkan adalah jodium untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar. Induk domba yang akan melahirkan dapat diketahui melalui perubahan fisik dan perilakunya sebagai berikut:
      1. Keadaan perut menurun dan pinggul mengendur.
      2. Buah susu membesar dan puting susu terisi penuh.
      3. Alat kelamin membengkak, berwarna kemerah-merahan dan lembab.
      4. Ternak selalu gelisah dan nafsu makan berkurang.
      5. Sering kencing.
Proses kelahiran berlangsung 15-30 menit, jika 45 menit setelah ketuban pecah, anak domba belum lahir, kelahiran perlu dibantu. Anak domba yang baru lahir dibersihkan dengan menggunakan lap kering agar dapat bernafas. Biasanya induk domba akan menjilati anaknya hingga kering dan bersih.
  1. Pemeliharaan
    1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
      Sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan membersihkan kandang dan peralatan dari sarang serangga dan hama. kandang terutama tempat pakan dan tempat minum dicuci dan dikeringkan setiap hari. Perlu dilakukan pembersihan rumput liar di sekitar kandang. Kandang ternak dibersihkan seminggu sekali.
    2. Pengontrolan Penyakit
      Domba yang terserang penyakit dapat segera diobati dan dipisahkan dari yang sehat. Lakukan pencegahan dengan menyuntikan vaksinasi pada domba-domba yang sehat.
    3. Perawatan Ternak
      Induk bunting diberi makanan yang baik dan teratur, ruang gerak yang lapang dan dipisahkan dari domba lainnya. induk yang baru melahirkan diberi minum dan makanan hijauan yang telah dicampurkan dengan makanan penguat lainnya. Selain itu, induk domba harus dimandikan. Anak domba (Cempe) yang baru dilahirkan, dibersihkan dan diberi makanan yang terseleksi. Cempe yang disapih perlu diperhatikan. pakan yang berkualitas
      dalam bentuk bubur tidak lebih dari 0,20 kg satu kali sehari.
      Perawatan ternak dewasa meliputi:
      1. Memandikan ternak secara rutin minimal seminggu sekali. dengan cara disikat dan disabuni. pada pagi hari, kemudian dijemur dibawah sinar
        matahari pagi.
      2. Mencukur Bulu
        Pencukuran bulu domba dengan gunting biasa/cukur ini. dilakukan minimal 6 bulan sekali dan disisakan guntingan bulu setebal kira-kira 0,5 cm. Sebelumnya domba dimandikan sehingga bulu yang dihasilkan dapat dijadikan bahan tekstil. Keempat kaki domba diikat agar tidak lari pada saat dicukur. Pencukuran dimulai dari bagian perut kedepan dan searah dengan punggung domba.
      3. Merawat dan Memotong Kuku
        Pemotongan kuku domba dipotong 4 bulan sekali dengan golok, pahat kayu, pisau rantan, pisau kuku atau gunting.
    4. Pemberian Pakan
      Zat gizi makanan yang diperlukan oleh ternak domba dan mutlak harus tersedia dalam jumlah yang cukup adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Bahan pakan untuk domba pada umumnya digolongkan dalam 4 golongan sebagai berikut:
      1. Golongan Rumput-rumputan, seperti rumput gajah, benggala, brachiaria, raja, meksiko dan rumput alam.
      2. Golongan Kacang-kacangan, seperti daun lamtoro, turi, gamal daun kacang tanah, daun kacang-kacangan, albisia, kaliandra, gliricidia dan
        siratro.
      3. Hasil Limbah Pertanian, seperti daun nangka, daun waru, daun dadap, daun kembang sepatu, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon,
        daun ketela rambat dan daun beringin.
      4. Golongan Makanan Penguat (Konsentrat), seperti dedak, jagung karing, garam dapur, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap dan biji kapas.
Pakan untuk domba berupa campuran dari keempat golongan di atas yang disesuaikan dengan tingkatan umur. Adapun proporsi dari campuran tersebut adalah:
  1. Ternak dewasa: rumput 75%, daun 25%
  2. Induk bunting: rumput 60%, daun 40%, konsentrat 2-3 gelas
  3. Induk menyusui: rumput 50%, daun 50% dan konsentrat2-3 gelas
  4. Anak sebelum disapih: rumput 50%, daun 50%
  5. Anak lepas sapih: rumput 60%, daun 40% dan konsentrat 0,5–1 gelas
Sedangkan dosis pemberian ransum untuk pertumbuhan domba adalah sebagai berikut:
  1. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=180 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  2. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=340 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  3. Bobot badan 1,4 kg: rumput/hijauan=410 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  4. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=110 kg/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  5. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=280 kg/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  6. Bobot badan 2,9 kg: rumput/hijauan=440 kg/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  7. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=160 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  8. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=320 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  9. Bobot badan 4,3 kg: konsentrat=470 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  10. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=100 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  11. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  12. Bobot badan 5,8 kg: konsentrat=410 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  13. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=60 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  14. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=180 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  15. Bobot badan 7,2 kg: konsentrat=340 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  16. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=50 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  17. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=110 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  18. Bobot badan 8,7 kg: konsentrat=260 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  19. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=40 gram/hari, pertambahan bobot=50 gram/hari
  20. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=280 gram/hari, pertambahan bobot=100 gram/hari
  21. Bobot badan 10,1 kg: konsentrat=440 gram/hari, pertambahan bobot=150 gram/hari
  • Pemberian Vaksinasi dan Obat
    Pemberian vaksinasi dapat dilakukan setiap enam bulan sekali vaksinasi dapat dilakukan dengan menyuntikan obat kedalam tubuh domba. Vaksinasi mulai dilakukan pada anak domba (cempe) bila telah berusia 1 bulan, selanjutnya diulangi pada usia 2-3 bulan. Vaksinasi yang biasa diberikan adalah jenis vaksin Spora (Max Sterne), Serum anti anthrax, vaksin AE, dan Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).
  • Pemeliharaan Kandang
    Pemeliharaan kandang meliputi pembersihan kotoran domba menimal satu minggu sekali, membuang kotoran ke tempat penampungan limbah, membersihkan lantai atau alas, penyemprotan dan pengapuran kandang untuk disinfektan.
7. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Penyakit Mencret
    Penyebab: bakteri Escherichia coli yang menyerang anak domba berusia 3 bulan. Pengobatan: antibiotika dan sulfa yang diberikan lewat mulut.
  2. Penyakit Radang Pusar
    Penyebab: alat pemotongan pusar yang tidak steril atau tali pusar tercemar oleh bakteri Streptococcus, Staphyloccus, Escherichia coli dan Actinomyces necrophorus. Usia domba yang terserang biasanya cempe usia 2-7 hari. Gejala: terjadi pembengkakan di sekitar pusar dan apabila disentuh domba akan kesakitan. Pengendalian: dengan antibiotika, sulfa dan pusar dikompres dengan larutan rivanol (Desinfektan).
  3. Penyakit Cacar Mulut
    Penyakit ini menyerang domba usia sampai 3 bulan. Gejala: cempe yang terserang tidak dapat mengisap susu induknya karena tenggorokannya terasa sakit sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pengendalian: dengan sulfa seperti Sulfapyridine, Sulfamerozine, atau pinicillin.
  4. Penyakit Titani
    Penyebab: kekurangan Defisiensi Kalsium (Ca) dan Mangan (Mn). Domba yang diserang biasanya berusia 3-4 bulan. Gejala: domba selalu gelisah, timbul kejang pada beberapa ototnya bahkan sampai keseluruh badan. Penyakit ini dapat diobati dengan menyuntikan larutan Genconos calcicus dan Magnesium.
  5. Penyakit Radang Limoah
    Penyakit ini menyerang domba pada semua usia, sangat berbahaya, penularannya cepat dan dapat menular ke manusia. Penyebab: bakteri Bacillus anthracis.. Gejala: suhu tubuh meninggi, dari lubang hidung dan dubur keluar cairan yang bercampur dengan darah, nadi berjalan cepat, tubuh gemetar dan nafsu makan hilang. Pengendalian: dengan menyuntikan antibiotika Pracain penncillin G, dengan dosis 6.000-10.000 untuk /kg berat tubuh domba tertular.
  6. Penyakit Mulut dan kuku
    Penyakit menular ini dapat menyebabkan kematian pada ternak domba, dan yang diserang adalah pada bagian mulut dan kuku. Penyebab: virus dan menyerang semua usia pada domba Gejala: mulut melepuh diselaputi lendir. Pengendalian: membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan menggunakan larutan Aluminium Sulfat 5%, sedangkan pada kuku dilakukan dengan merendam kuku dalam larutan formalin atau Natrium karbonat 4%.
  7. Penyakit Ngorok
    Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: nafsu makan domba berkurang, dapat menimbulkan bengkak pada bagian leher dan dada. Semua usia domba dapat terserang penyakit ini, domba yang terserang terlihat lidahnya bengkak dan menjulur keluar, mulut menganga, keluar lendir berbuih dan sulit tidur. Pengendalian: menggunakan antibiotika lewat air minum atau suntikan.
  8. Penyakit perut Kembung
    Penyebab: pemberian makanan yang tidak teratur atau makan rumput yang masih diselimuti embun. Gejala: lambung domba membesar dan dapat menyebabkan kematian. Untuk itu diusahakan pemberian makan yang teratur jadwal dan jumlahnya jangan digembalakan terlalu pagi Pengendalian: memberikan gula yang diseduh dengan asam, selanjutnya kaki domba bagian depan diangkat keatas sampai gas keluar.
  9. Penyakit Parasit Cacing
    Semua usia domba dapat terserang penyakit ini. Penyebab: cacing Fasciola gigantica (Cacing hati), cacing Neoascaris vitulorum (Cacing gelang), cacing Haemonchus contortus (Cacing lambung), cacing Thelazia rhodesii (Cacing mata). Pengendalian: diberikan Zanil atau Valbazen yang diberikan lewat minuman, dapat juga diberi obat cacing seperti Piperazin dengan dosis 220 mg/kg berat tubuh domba.
  10. Penyakit Kudis
    Merupakan penyakit menular yang menyerang kulit domba pada semua usia. Akibat dari penyakit ini produksi domba merosot, kulit menjadi jelek dan mengurangi nilai jual ternak domba. Penyebab: parasit berupa kutu yang bernama Psoroptes ovis, Psoroptes ciniculi dan Chorioptes bovis. Gejala: tubuh domba lemah, kurus, nafsu makan menurun dan senang menggaruk tubuhnya. Kudis dapat menyerang muka, telinga, perut punggung, kaki dan pangkal ekor. Pengendalian: dengan mengoleskan Benzoas bensilikus 10% pada luka, menyemprot domba dengan Coumaphos 0,05-0,1%.
  11. Penyakit Dermatitis
    Adalah penyakit kulit menular pada ternak domba, menyerang kulit bibit domba. Penyebab: virus dari sub-group Pox virus dan menyerang semua usia domba. Gejala: terjadi peradangan kulit di sekitar mulut, kelopak mata, dan alat genital. Pada induk yang menyusui terlihat radang kelenjar susu. Pengendalian: menggunakan salep atau Jodium tinctur pada luka.
  12. Penyakit Kelenjar Susu
    Penyakit ini sering terjadi pada domba dewasa yang menyusui, sehingga air susu yang diisap cempe tercemar. Penyebab: ambing domba induk yang menyusui tidak secara ruti dibersihkan. Gejala: ambing domba bengkak, bila diraba tersa panas, terjadi demam dan suhu tubuh tinggi, nafsu makan kurang, produsi air susu induk berkurang. Pengendalian: pemberian obat-obatan antibiotika melalui air minum.
Secara umum pengendalian dan pencegahan penyakit yang terjadi pada domba dapat dilakukan dengan:
  1. Menjaga kebersihan kandang, dan mengganti alas kandang.
  2. Mengontrol anak domba (cempe) sesering mungkin.
  3. Memberikan nutrisi dan makanan penguat yang mengandung mineral, kalsium dan mangannya.
  4. Memberikan makanan sesuai jadwal dan jumlahnya, Hijauan pakan yang baru dipotong sebaiknya dilayukan lebih dahulu sebelum diberikan.
  5. Menghindari pemberian makanan kasar atau hijauan pakan yang terkontaminasi siput dan sebelum dibrikan sebainya dicuci dulu.
  6. Sanitasi yang baik, sering memandikan domba dan mencukur bulu.
  7. Tatalaksana kandang diatur dengan baik.
  8. Melakukan vaksinasi dan pengobatan pada domba yang sakit.
8. PANEN
  1. Hasil Utama
    Hasil utama dari budidaya domba adalah karkas (daging)
  2. Hasil Tambahan
    Hasil tambahan dari budidaya domba adalah bulunya (wool) yang dapat di jadikan sebagai bahan tekstil.
  3. Pembersihan
    Sebelum dipotong ternak dibersihkan dengan cara mencuci kaki domba dan menyemprotkan air diatas kepala ternak agar karkas yang dihasilkan tidak
    tercemar oleh bakteri dan kotoran.
9. PASCAPANEN
  1. Stoving
    Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan domba agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu:
    1. Ternak domba harus diistirahatkan sebelum pemotongan
    2. Ternak domba harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.
    3. Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak diusahakan sekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.
    4. Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis mikroorganisme pencemar seminimal mungkin.
  2. Pengulitan
    Pengulitan pada domba yang telah disembelih dapat dilakukan dengan menggunakan pisau tumpul atau kikir agar kulit tidak rusak. Kulit domba dibersihkan dari daging, lemak, noda darah atau kotoran yang menempel. Jika sudah bersih, dengan alat perentang yang dibuat dari kayu, kulit domba dijemur dalam keadaan terbentang. Posisi yang paling baik untuk penjemuran dengan sinar matahari adalah dalam posisi sudut 45 derajat.
  3. Pengeluaran Jeroan
    Setelah domba dikuliti, isi perut (visceral) atau yang sering disebut dengan jeroan dikeluarkan dengan cara menyayat karkas (daging) pada bagian perut
    domba.
  4. Pemotongan Karkas
    Karkas dibelah menjadi dua bagian yaitu karkas tubuh bagian kiri dan karkas tubuh bagian kanan. Karkas dipotong-potong menjadi sub-bagian leher, paha depan, paha belakang, rusuk dan punggung. Potongan tersebut dipisahkan menjadi komponen daging, lemak, tulang dan tendon. Pemotongan karkas
    harus mendapat penanganan yang baik supaya tidak cepat menjadi rusak, terutama kualitas dan hygienitasnya. Sebab kondisi karkas dipengaruhi oleh peran mikroorganisme selama proses pemotongan dan pengeluaran jeroan.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
  1. Analisis Usaha Budidaya
    Perkiraan analisis usaha domba selama 136 hari di Bogor tahun 1995 adalah sebagai berikut:
    1. Biaya produksi
      1. Lahan
        • Sewa tanah 700 m 2 (5 bulan) Rp. 100.000,-
      2. Bibit
        • Domba lepas sapih 100 ekor@ Rp.40.000,- Rp. 4.000.000,-
      3. Bangunan dan peralatan
        • Kandang ukuran 3,5 m x 18,75 m (2 buah) :
          • Bambu 360 batang @ Rp. 2.000,- Rp. 720.000,-
          • Papan kayu panjang 2 m (352 buah) @ Rp. 2.000,- Rp. 704.000,-
          • Paku reng 8 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 32.000,-
          • Paku usuk 10 kg @ Rp. 2.500,- Rp. 25.000,-
          • Genting 6.480 buah @ Rp. 200,- Rp. 1.296.000,-
          • Tali 42 m @ Rp. 700,00 Rp. 29.400,-
        • Base Camp + gudang ukuran 5 m x 6 m :
          • Bambu 28 batang @ Rp.2.000,- Rp. 56.000,-
          • Papan kayu panjang 2 m 60 buah @ Rp.1.800,- Rp. 108.000,-
          • Paku reng 2 kg @ Rp.4.000,00 Rp. 8.000,-
          • Paku usuk 3 kg @ Rp.2.500,00 Rp. 7.500,-
          • Genting 1.200 buah @ Rp.200,- Rp. 240.000,-
          • Tali 15 m @ Rp. 700,- Rp. 10.500,-
        • Peralatan
          • Tempat minum dia 25 cm(100 buah) @ Rp.2.500,- Rp. 250.000,-
          • Sekop 2 buah @ Rp.12.500,- Rp. 25.000,-
          • Ember plastik diameter 25 cm (3 bh) @ Rp.2.500,- Rp. 7.500,-
          • Tong bak air (2 buah) @ Rp.35.000,- Rp. 70.000,-
          • Ciduk (4 buah) @ Rp.1.500,- Rp. 6.000,-
      4. Pakan
        • Hijauan/rumput 34.000 kg @ Rp.500,- Rp. 17.000.000,-
        • Konsentrat Rp. 2.450.000,-
        • Dedak 1.780 kg @ Rp.600,- Rp. 1.068.000,-
        • Bungkil kelapa 890 kg @ Rp.1.250,- Rp. 1.112.500,-
        • Tepung jagung 534,1 kg @ Rp.900,- Rp. 480.690,-
        • Bungkil kacang tanah 284,9 kg @ Rp.1800,- Rp. 512.820,-
        • Garam dapur 35,598 kg @ Rp.500,- Rp. 17.800,-
        • Tepung tulang 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-
        • Kapur 23,472 kg @ Rp.600,- Rp. 14.100,-
      5. Tenaga kerja
        • Tenaga kerja 112 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 784.000,-
        • Tenaga kerja 15 HKSP @ Rp.7.000,- Rp. 105.000,-
        • Tenaga kerja pemeliharaan selama 136 hari Rp. 884.000,-
      6. Biaya tak terduga 10% Rp. 3.213.800,-
        Total Modal Usaha Tani Rp. 35.351.710,-
    2. Pendapatan
      1. Nilai penjualan ternak100 x 95% x Rp.400.000,- Rp. 38.000.000,-
      2. Nilai penjualan pupuk kandang Rp 250.000,- : Total Pendapatan (II) Rp. 38.250.000,-
      3. Keuntungan usaha : (II – I) Rp. 2.898.290,-
    3. Parameter kelayakan usaha
      Total Pendapatan
      a. B/C Ratio = …….. . = 1,08
      Total biaya produksi
  2. Gambaran Peluang Agribisnis : …
11. DAFTAR PUSTAKA
  1. Bambang agus murtidjo. 1993. Memelihara Domba, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  2. Bambang Cahyono. 1998. Beternak Domba dan Kambing, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  3. Bambang Sugeng. 1990. Beternak Domba. Penebar Swadaya, Jakarta,
  4. Joko santoso dkk. 1991. Pengembangan Ternak Potong di Pedesaan (Prosiding), Fakultas Peternakan UNSOED. Purwokerto.
  5. Warta pertanian No. 125/Th.X/1993, Peternakan, Jakarta, 1993
diambil dari http://wargaperawang.wordpress.com/artikel/sub-artikel-peternakan/

Selasa, 02 Oktober 2012

5 KEBUDAYAAN UNIK KHAS INDONESIA

Indonesia terkenal dengan budayanya yang sangat beranekaragam. dimulai dari sabang sampai merauke kebudayaan Indonesia tidak ada matinya. Di sini kita rangkum budaya indonesia itu menjadi 5 Kebudayaan Unik Khas Indonesia  :


1. Upacara Tabuik Sumatera Barat.
[Image: tabuik1.jpg]
Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.
[Image: tabuik2.jpg]
Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umatIslam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.

2. Makepung, Balap Kerbau Masyarakat Bali.
[Image: makepung+1.jpg]
Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.
[Image: makepung+2.jpg]
Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesionalSekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupunsupporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog(gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.

3. Atraksi Debus Banten
[Image: debus1.jpg]
Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.
[Image: debus2.jpg]
Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus.

4.Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur
[Image: karapan1.jpg]
Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.
[Image: karapan2.jpg]
Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja. Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.

5. Upacara Kasada Bromo
Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat
dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll.
[Image: kasada1.jpg]
Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo.