Followers

Kamis, 23 November 2017

MAKALAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK “PENGOLAHAN SUSU KAMBING ETAWA”

BAB I

PENDAHULUAN
Susu merupakan produk yang berasal dari ternak perah. Susu murni merupakan susu yang berasal dari ambing ternak yang diperoleh melalui proses pemerahan yang belum mengalami pengolahan. Susu merupakan produk yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan pengolahan. Selain bertujuan untuk mengawetkan susu, proses pengolahan juga dapat digunakan untuk meningkatkan nilai gizi serta nilai ekonomi. Kandungan nutrisi susu yang sangat lengkap menyebabkan susu banyak diminati oleh masyarakat. Ternak perah yang familiar di masyarakat adalah sapi. Susu sapi telah banyak dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang menarik. Pada akhir-akhir ini banyak peternak yang mengambangkan usaha dengan komoditas kambing perah. Sayangnya produk dari kambing perah belum banyak dikenal orang dan masih sulit untuk dipasarkan. Padahal jika dilihat kandungan nutrisi dari susu kambing lebih baik dibandingkan dengan susu sapi.
Melihat hal tersebut perlu dilakukan inovasi pengolahan susu kambing menjadi sesuatu yang lebih disenangi oleh masyarakat. Aroma yang khas dari susu kambing menyebabkan banyak orang kurang menyukainya. Memanipulasi produk susu kambing Etawa merupakan hal yang perlu dilakukan. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah susu Etawa menjadi Es krim Ubi ungu dan juga menjadi keju.



BAB II
PEMBAHASAN
Perbandingan Komposisi Kimia antara Susu Kambing dan Susu Sapi

Komposisi kimia
Susu Sapi
Susu Kambing Etawa
Protein (g)
3,3
3,6
Lemak (g)
3,3
4,2
Karbohidrat (g)
4,7
4,5
Kalsium (g)
19
134
Kalori (cal)
61
69
Magnesium (g)
13
14
Fosfor (g)
93
111
Sumber: USDA, tahun 1976

Kambing etawa sangat potensial karena dapat menghasilkan susu yang kaya nutrisi. Harga susu kambing segar di pasaran berkisar Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00. Akan tetapi, salah satu karakter susu kambing etawa yang kurang disukai oleh sebagian kecil orang adalah aromanya yang  khas. Kendala tersebut tentu dapat ditekan dengan pengolahan produk susu menjadi ragam produk. Diversifikasi produk merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki banyak landasan, diantaranya untuk mengurangi ketergantungan pada satu bahan makanan terutama yang impor. Landasan lainnya adalah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi suatu produk. Berdasarkan asumsi tersebut, pengolahan produk susu kambing etawa sangat baik untuk meningkatkan nilai ekonomi produk susu, pendapatan masyarakat, gizi masyarakat, dan ketergantungan masyarakat pada produk tertentu.
Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan dibuat menjadi es krim. Inovasi atau kreasi baru diperlukan untuk meningkatkan kualitas es krim. Es krim berbahan susu kambing etawa yang telah ada masih minim kualitas, baik dari segi rasa, tampilan fisik, nutrisi, kemasan, dan pasar. Pengembangan es krim yang berasal dari susu kambing Etawa dapat dikombinasi dengan memanfaatkan bahan pangan local seperti ubi ungu. Ubi ungu merupakan bahan yang potensial untuk menambah kualitas es krim susu kambing etawa. Ubi ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) biasa disebut Ipomoea batatas blackie karena memiliki kulit dan daging umbi yang berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Ubi ungu dapat menjadi pewarna es krim ungu yang alami dan mengandung banyak nutrisi dan zat-zat yang penting untuk kesehatan. Sifat tekstur ubi ungu juga lembut sehingga dapat memperbaiki tekstur es krim. Industri kreatif berupa makanan olahan berorientasi pada bisnis tidak sekedar menghasilkan produk.
Inovasi lainnya dari susu kambing yaitu pada pembuatan keju tradisional yang biasa dikenal dengan dadih. Pembuatan dadih selain menggunakan susu kambing tetapi juga dicampur dengan menggunakan susu kedelai. Manfaat susu kambing sangat banyak, salah satunya tidak memiliki faktor lactose intolerance seperti halnya susu kedelai, sehingga kedua susu tersebut sangat baik bila dikonsumsi oleh manusia. Susu kedelai dan susu kambing mempunyai komposisi kimia yang tinggi dan banyak manfaat. Namun, kedua susu tersebut tidak terlalu diminati oleh masyarakat dikarenakan aromanya yang langu dan khas kambing. Aroma tersebut dapat dihilangkan menggunakan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) karena mempunyai kandungan asam sitrat yang tinggi. Susu kedelai dan susu kambing merupakan kombinasi minuman yang dapat memberikan tubuh protein hewani dan nabati sekaligus. Produk dadih yang dibuat bermacam-macam rasa sehingga dapat menarik konsumen untuk mengkonsumsi dadih.

Pembuatan Dadih
Menyiapkan bambu dengan ukuran 30 cm tiap ruasnya. Memanaskan susu kambing dengan api sangat kecil selama 10 menit, kemudian mendiginkannya sebelum dimasukkan ke dalam bambu. Setelah susu kambing dan susu kedelai dingin kemudian memasukkannya ke dalam bambu. Selanjutnya memasukkan air perasan jeruk nipis 5 ml setiap bamboo yang berisi susu kambing dan susu kedelai. Menutup mulut bambu dengan daun pisang yang terlebih dahulu sudah dilayukan. Selanjutnya menfermentasikan selama 2 hari pada suhu ruang. Setelah 2 hari memisahkan dadih (curd) dari whey.



BAB III
KESIMPULAN
            Produk olahan susu kambing yang berupa es krim dan dadih merupakan salah satu inovasi teknologi dari pengolahan susu. Es krim dan dadih yang terbuat dari susu kambing adalah produk yang banyak memiliki manfaat dan dapat menyehatkan tubuh untuk para konsumen yang membeli produk olahan tersebut.



DAFTAR PUSTAKA
Sodiq dan Abidin. 2002. Kambing Peranakan Etawa. AgroMediaPustaka, Jakarta.

Supanggyo, M. Ferichani dan Darsono. 2012. Inovasi produk es krim susu kambing etawa-ubi ungu. J. Ilmu-ilmu Pertnaina. 27 (1): 1-9.

United States Department of Agriculture. 1976. Composition of Food: Dairy and Egg Product. Agriculture Handbook No: 1 – 8. Agriculture Research Service, Washington.


Usmiati, S. dan Rasfehri. 2013. Pengembangan dadih sebagai pangan fungsional Probiotik asli sumatera barat. J. Litbang Pertanian. 32 (1) : 20-2

KESMAVET “PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN B PADA TERNAK DAN DAMPAK BAGI MASYARAKAT”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Vitamin adalah salah satu komponen yang wajib ada pada pakan ternak baik ternak sapi, kambing, domba, ayam dan kelinci. Vitamin bisa didapatkan ternak dari pakan yang berkualitas seperti hijauan segar yang bagus dan bisa juga ditambahkan secara langsung melalui suntikan. Vitamin adalah mikronutrien yang bisa ditemukan di dalam bahan makanan dan pada umumnya tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari pakan. Vitamin didefinisikan sebagai kelompok senyawa organik kompleks yang penting untuk metabolisme normal. Vitamin di kelompokan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin larut dalam lemak meliputi vitamin A, D, E, dan K, sedangkan vitamin yang larut air adalah vitamin-vitamin B, termasuk B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), asam nikotinat, B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin, bagian dari vitamin B komplek), B9 (asam folat), dan vitamin B12 (kobalamin), biotin, serta asam arkobat (vitamin C). Vitamin yang larut dalam air berfungsi sebagai koenzim dalam tubuh yang berperan dalam sintesis karbohidrat, lemak dan protein untuk menghasilkan energi.




1.2.Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengaruh pemberian vitamin b pada ternak?
2.      Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia?

1.3.Tujuan
1.      Mengetahui pengaruh pemberian vitamin B pada ternak.
2.      Mengetahui dampak terhadap kesehatan manusia.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengaruh Pemberian Vitamin B terhadap Ternak
Ternak perlu diberi tambahan vitamin selain pakan yang berupa hijauan makanan ternak (HMT dan juga pakan konsentrat). Berbagai macam vitamin dibutuhkan oleh ternak seperti juga vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Vitamin yang sangat dibutuhkan oleh ternak dan harus ada dalam ransum atau pakan ternak adalah vitamin B.
Vitamin B memang jenis vitamin yang paling banyak dibutuhkan dalam tubuh ternak. Vitamin B adalah jenis vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Ada 8 jenis vitamin B yaitu vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Vitamin ini sepenuhnya bisa dibentuk dalam tubuh ternak, sehingga kemungkinan terjadinya kekurangan vitamin B1 sangat kecil, kecuali pada kasus kekurangan pakan atau kualitas pakan yang kurang baik. Vitamin B1 disebut juga vitamin hidroklorida. Vitamin B1 ini memiliki banyak fungsi dalam tubuh sapi. Fungsi vitamin B1 di dalam tubuh sapi adalah untuk kegiatan berikut:
1.      Menjalankan fungsi tubuh ternak sehingga dapat berjalan normal.
2.      Memproduksi energi yang dibutuhkan ternak dalam tubuh serta beraktivitas.
3.      Membantu memelihara kebugaran atau kesehatan syaraf serta serta otot dalam tubuh ternak.
4.      Membantu ternak untuk membuat serta mempergunakan protein.

Pemberian vitamin perlu mengikuti dosis yng dianjurkan lantaran jika diberikan terlalu terlebih akan mubazir lantaran vitamin B merupakan jenis vitamin yang larut dalam air, sehingga dapat menjadikan kelebihan vitamin akan terbuang sia-sia melalui air seni sapi. Pemberian vitamin B yang melebihi batas normal akan memberi pengaruh system syaraf (denyut nadi menjadi cepat) lantaran terlaksana reaksi hipersensitif yng akan memicu ternak gampang stress. Vitamin B1 akan lebih efektif andai penggunaannya di lakukan bersamaan dengan vitamin B lainnya.
Vitamin B kompleks juga dibutuhkan dalam jaringan atau sel pada anak ruminan sebelum rumennya berkembang secara baik sedangkan pada ternak ruminansia yang sudah dewasa kebutuhan vitamin B komplek sudah disuplai secara cukup oleh sintetis mikroba dan asupan dalam bahan pakan menambahkan bahwa B1, biotin, asam folik, asam nikotinik, asam pentotenik, B6 dan riboflavin disintetis dalam rumen dan dimanfaatkan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Namun, dalam kondisi tertentu saat ternak mengalami stres vitamin B komplek sangat dibutuhkan untuk mengganti energi yang hilang. Vitamin B komplek ini memegang peranan penting dalam pengaturan konversi karbohidrat atau lemak menjadi CO2 dan Adenosine Tri Phospate (ATP). Dalam kondisi tertentu seperti saat stres, suplementasi vitamin B dapat bermanfaat untuk ruminansia, khususnya tiamin dan niasin. Penambahan campuran vitamin B lengkap pada ternak dapat mengurangi stres pada ternak. Pemberian thiamin dapat mengurangi problema stres akibat pengangkutan hewan.

2.2.Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
Kelebihan vitamin B juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. vitamin B Berbeda dengan vitamin lainnya seperti A, C, D, E, dan K. Vitamin B memiliki banyak banyak jenis yang semuanya memilki manfaat berbeda bagi tubuh. Vitamin B kompleks sendiri terdiri dari vitamin B1 (thiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin B6 (pyridoxamine), vitamin B7 (biotin), vitamin B9 (asam folat) dan vitamin B12 (cyanocobalamin). Antara vitamin B jenis yang satu dengan jenis lainnya akan bekerja bersama dalam satu proses.
Kekurangan ataupun kelebihan dari vitamin B dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Sebagian besar vitamin B memiliki sifat yang larut dalam air dan hasil sisa dari konsumsi vitamin B yang berlebih akan dikeluarkan melalui urine. Mengingat vitamin tubuh tidak bisa memproduksi vitamin B, maka kita harus mengonsumsi sumber makanan yang kaya vitamin B seperti kedelai, biji-bijian, ikan, susu, kecu, ayam, jamur dan produk hewani.
Efek samping Vitamin B1 – Tiamin Dalam kasus yang jarang terjadi, overdosis tiamin (vitamin B1) dapat menyebabkan kegelisahan, retensi cairan, mual, kelemahan dan berkeringat. Pada kasus yang parah, overdosis tiamin dapat menyebabkan pusing, kesulitan bernapas, dan sesak di dada, pembengkakan pada lidah atau wajah, atau perubahan warna kulit. Reaksi alergi terhadap tiamin dapat menyebabkan gatal-gatal, bentol-bentol atau ruam pada kulit.
Efek samping Vitamin B2 – Riboflavin mengambil suplemen riboflavin akan sering menyebabkan urin berubah warna menjadi kuning-oranye. Efek samping ini tidak berbahaya. Pada dosis yang lebih tinggi, riboflavin dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil dan juga diare. Reaksi parah dapat menyebabkan kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, bibir, tenggorokan atau lidah, atau gatal-gatal pada kulit.
Efek samping Vitamin B3 – Niacin Ketika seseorang mengelami efek samping Niacin, maka gejala yang muncul berupa kemerahan, berkeringat, kesemutan, atau kedinginan pada kulit. Ini dapat berlangsung selama 4 jam setelah minum suplemen, tapi ini adalah kondisi yang tidak berbahaya. Efek samping yang umum lainnya termasuk sakit perut, mual, muntah, diare, mulas atau pusing. Kasus yang parah, mengonsumsi niacin dapat mengakibatkan sakit kepala persisten, denyut jantung tidak teratur, pembengkakan lengan atau kaki, nyeri sendi, atau penglihatan kabur. Memungkin mengalami rasa sakit perut, mual atau muntah, tinja berdarah atau hitam, menguningnya mata dan otot atau nyeri sendi. Reaksi alergi terhadap niacin dapat mengakibatkan pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan atau wajah, gatal atau biduran.
Efek Samping Vitamin B5 – Asam pantotenat Pasien yang mengambil asam pantotenat sangat rentan terhadap overdosis. Hal ini dapat mengakibatkan diare berat. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat mengembangkan reaksi alergi yang dapat mengakibatkan sesak dada, kesulitan bernapas atau pembengkakan wajah, tenggorokan, bibir atau lidah.
Efek Samping Vitamin B6 – Pyridoxine Efek berbahaya dari pyridoxine termasuk sakit perut, mengantuk, kesemutan, dan kehilangan nafsu makan, mual, atau muntah. Sering menelan pyridoxine dalam dosis besar dapat menyebabkan masalah otak dan saraf. Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping vitamin B komples ini dapat menyebabkan sensasi mati rasa di berbagai bagian tubuh, terutama di tangan dan kaki, koordinasi yang buruk atau kelelahan ekstrim. Reaksi alergi terhadap piridoksin dapat mengakibatkan pembengkakan wajah, lidah, bibir atau tenggorokan, kesulitan bernapas atau gatal-gatal.
Efek Samping Vitamin B9 – Asam Folat Konsumsi berlebihan asam folat dapat meningkatkan risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang sudah menderita gangguan jantung. Overdosis asam folat juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru atau prostat. Dalam kasus yang parah reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan bibir, wajah atau lidah, sesak di dada, gatal-gatal, ruam atau pusing.
Efek Samping Vitamin B12 – Cyanocobalamin Pasien yang menggunakan cyanocobalamin secara berlebihan mungkin mengalami diare, gatal-gatal atau peningkatan risiko pembekuan darah. Pada kasus yang parah, reaksi alergi terhadap cyanocobalamin dapat menyebabkan nyeri dada, pembengkakan wajah, lidah, atau bibir, pembengkakan tubuh, kelemahan otot, demam, menggigil, memar atau perdarahan.




BAB III
KESIMPULAN
Vitamin B merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan bagi ternak maupun manusia. Pemberian vitamin B pada ternak harus sesuai kebutuhan, sehingga tidak akan berdampak pada produk ternak yang dihasilkan dan masyarakat yang mengkonsumsi akan produk ternak tersebut tidak mengalami efek samping bagi tubuh.




DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, A. C. K., I. G. N. G. Bidura dan I. B. G. Partama. 2015. Pengaruh suplementasi mineral-vitamin komplek terhadap konsumsi nutrient dan pertambahan bobot badan kambing Gembrong dalam ransum berbasis hijauan lokal. Peternakan Tropika. 3 (3): 634-644.

Maghfiroha, F.,  T. Kurtinib dan K. Novab. 2015. Pengaruh dosis larutan vitamin b kompleks sebagai bahan penyemprotan telur itik tegal terhadap fertilitas, susut tetas, daya tetas, dan kematian embrio. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3 (4): 256-261.


Ramadhan, A. F. 2016. Pengaruh Pemberian Vitamin B Komlpek Terhadap Pemulihan Fisiologi, Konsumsi Pakan, dan Bobot Badan Kambing Kacang Muda dan Dewasa Pasca Transportasi. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro, Semarang. Skripsi.